Senin, 26 September 2016

Danrem 163/Wira Satya : “Investasi Paling Mahal Adalah Generasi Muda”


Pendam IX/Udayana
26 September 2016
Editor Kapten Inf I Nyoman Budiarta

Generasi muda sebagai penerus Bangsa Indonesia harus diselamatkan dari berbagai ancaman berkembang saat ini, salah satunya proxy war. Oleh karena itu, Korem 163/Wira Satya menggelar komunikasi sosial (Komsos) kreatif yang melibatkan pelajar SMA se-Bali, Sabtu (24/9) lalu. Tujuannya supaya kemampuan dan kreatifitas mereka tersalurkan. Selain itu, sebagai wadah mereka untuk memperdalam rasa cinta tanah air dan bela negara.

Danrem 163/WSA Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa menyampaikan "Lomba ini juga dalam rangka mempringati HUT ke-71 TNI yang jatuh tanggal 5 Oktober mendatang. Yang dilombakan  baca puisi serta cipta lagu bertemakan  nasionalisme, kepahlawan dan perjuangan. Juga ada lomba paduan suara dan taris baris. Korem Wira Satya sangat atensi terhadap kegiatan komsos krearif dan menyasar pelajar, lanjut Danrem, siswa SMA merupakan generasi muda dan aset bangsa. Investasi paling mahal adalah generasi muda. "Jadi kita harus siapkan mereka. Generai muda ini juga center of gravity atau COG (titik sentral)  Bangsa Indonesia," tegas Danrem.
Dengan digelarnya lomba Komsos Kreatif ini, pihaknya mencoba menggali sumber daya mereka. Selain itu, mereka bisa menunjukan kreatifitas sesuai kemampuannya. Danrem mengaku bangga melihat kemampuan peserta lomba tersebut. Dengan waktu terbatas, mereka mampu menciptakan suatu ide atau karya kearifan lokal. Di samping itu, saat ini fasilitas publik semakin sempit. Pembangunan di Indonesia dan pariwisata  Bali maju pesat sehingga berdampak dikepungnya  ruang publik yang dibutuhkan anak-anak sekolah. Akibatnya ruang unjuk kemampuan dan prestasi mereka semakin terbatas. "Melalui lomba ini, kita mampu menyiasati atau menutupi ruang-ruang publik semekin hilang," harapnya.

Seberapa rawan ancaman terhadap generai muda? "Kalau  tidak ada ruang publik, tidak ada tempat kegiatan seperti ini, mereka akan larinya ke medsos. Mereka hanya duduk di kamar, selalu berhadapan dengan layar komputer atau HP, akibatnya akan merusak mata. Tidak ada jaminan penggunaan medsos tersebut dalam rangka hal-hal positif. Takutnya anak-anak muda ini kan masih labil, itu bisa masuk  seperti radikalisme, terorisme, kekerasan seksual dan pornografi," ," ujar Danrem.

Selain itu dengan diadakan lomba seperti ini,mereka bertemu antar sekolah, bisa berinteraksi dan tukar pikiran. Sejak dini terjadi keakraban dan komunikasi sesama anak bangsa. "Ini momentum supaya tentara lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat serta generasi muda. Selain itu dalam rangka kemanunggalan TNI dengan rakyat. Serbuan teritorial bahwa TNI harus menyatu dengan rakyat. Ada istilah bersama TNI, rakyat aman serta sejahtera dan bersama rakyat, TNI kuat," ucap Danrem.

Kapenrem 163/WSA Kapten Inf. I Putu Sukadana menambahkan, untuk lomba baca puisi, juara 1 diraih peserta dari Gianyar, juara 2 diraih peserta Karangasem dan juara 3 dari Jembrana. Sedangkan juara 1 lomba cipta lagu perjuangan diraih peserta dari Karangasem, juara 2 dari Bangli dan juara 3 dari Buleleng. Untuk lomba paduan suara, juara 1 diraih peserta dari Buleleng, juara 2 dari Gianyar dan juara 3 dari Bangli. Sementara lomba taris baris, peserta dari Badung menyabet juara 1, Gianyar juara 2 dan Klungkung juara 3. "Untuk juara 1 akan dikirim mengikuti lomba serupa tingkat Kodam IX/Udayana. Mereka mewakili Korem," ujarnya. (Penrem 163/WSA)

Korem 162/WB Gelar Lomba Seni Tingkat SMA Se NTB


Pendam IX/Udayana
26 September 2016
Editor Kapten Inf I Nyoman Budiarta

Korem 162/WB melaksanakan kegiatan lomba Tari, Baca Puisi, Paduan Suara dan Cipta Lagu dalam rangka memperingati HUT ke-71 TNI tahun 2016 yang diikuti oleh pelajar tingkat SMA se NTB, Jumat (23/9) di Aula Sudirman Korem 162/WB.

Kegiatan lomba yang diikuti oleh pelajar tingkat SMA se NTB ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat baru khususnya dalam bidang seni,  selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk lebih mengakrabkan TNI dengan masyarakat NTB terutama kaum muda yang merupakan generasi penerus bangsa.

Melaui tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Mandiri dan Berkepribadian”, diharapkan kegiatan yang di ikuti oleh peserta siswa/siswi SMA se NTB ini dapat memberikan nilai positif bagi generasi muda khususnya para siswa/siswi yang mengikuti kegiatan perlombaan tersebut, sehingga bakat yang dimiliki dapat di salurkan dan nantinya para pemenang ini dapat meraih prestasi tidak hanya ditingkat nasional namuan juga ditingkat internasional.

Setelah pelaksanaan seleksi tingkat Kodim yang telah dilaksanakan pada hari Kamis 22 September 2016, para pemenang kemudian mengikuti kegiatan seleksi tingkat Korem untuk selanjutnya mengikuti seleksi final di tingkat Kodam IX/Udayana.

Dalam kesempatan tersebut Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah bersemangat mengikuti berbagai kegiatan lomba yang dilaksanakan ini. Danrem juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba dan berharap para pemenang ini terus mengasah kemampuananya, jangan cepat merasa puas dengan apa yang diperoleh saat ini dan kepada para peserta yang belum meraih juara Danrem menyampaikan bahwa kekalahan yang didapat pada hari ini bukanlah kegagalan namun kemenangan yang tertunda. Untuk itu Danrem 162/WB berpesan kepada para beserta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya dalam bidang seni, karena seni juga merupakan salah satu identitas dari suatu daerah, oleh sebab itu mari kita jaga dan lestarikan seni/budaya yang kita miliki dan menjaga tetap tegaknya NKRI.

Hadir dalam acara tersebut Danrem 162/WB, Dandim se Pulau Lombok, Danyonif 742/SWY, Para Kasi Korem 162/WB dan Para Pembina Seni Sekolah SMA/SMK masing-masing Kota dan Kabupaten se NTB serta para suportter dari masing-masing Kodim. (Penrem 162/WB)

HUT TNI Ke-71, Kodam IX/Udayana Gelar Karya Bhakti


Pendam IX/Udayana
26 September 2016
Editor Kapten Inf I Nyoman Budiarta

Asisten Teritorial (Aster) Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Heri Susanto memimpin apel kesiapan pelaksanaan kegiatan Karya Bhakti pembersihan saluran irigasi dalam rangka menyambut peringatan HUT TNI ke-71 Tahun 2016 di wilayah Kodam IX/Udayana, Sabtu (24/9) di Subak Kerdung, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Kec. Denpasar Selatan, Kodya Denpasar.

Kegiatan Karya Bhakti yang dipimpin Aster Kasdam IX/Udayana yang didampingi Dandim 1611/Badung bersama Perwira Staf Kodam IX/Udayana ini difokuskan pada pembersihan saluran irigasi di Subak Kerdung yang saat ini lokasi tersebut juga sedang dilaksanakan TMMD ke-97 Tahun 2016 wilayah Korem 163/WSA.

Dalam kesempatan tersebut Aster Kasdam IX/Udayana menyampaikan, bahwa kegiatan Karya Bhakti yang dilaksanakan TNI bersama masyarakat kali ini sasarannya adalah pemberihan Jaringan Irigasi Tersiaer (JIT) sepanjang 4.500 meter. Diharapkan kegiatan ini betul-betul dilaksanakan secara maksimal sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya para petani dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Karya Bhakti yang di gelar Kodam IX/Udayana disamping sebagai salah satu kegiatan peringatan HUT TNI ke-71 Tahun 2016, juga dikarenakan TNI merupakan bagian dari bagian dari masyarakat untuk terus bersama dan membantu serta memberikan contoh teladan bahwa kebersihan dalam hal ini kebersihan saluran irigasi harus selalu dijaga, karena ketersediaan air yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian dan juga berdampak terciptanya lingkungan yang sehat. (Pendam IX/Udayana)

Minggu, 25 September 2016

Menyambut Hari Jadi TNI Ke 71 Kodim 1626/Bangli Gelar Donor Darah



Pendam IX/Udayana
25 September 2016
Editor Kapten Inf I Nyoman Budiarta

Kodim 1626/Bangli  melaksanakan kegiatan Donor darah di Makodim Jl. Brigjen Ngurah Rai No. 69 Bangli. Jumat, (23/9) dalam rangka menyambut Hari ke-71 TNI tanggal 5 Oktober 2016.

Kegitan donor darah rangkaian kegiatan Hari TNI ke-71  tangal 5 Oktober Tahun 2016 dan merupakan salah satu wujud kepedulian Kodim 1626/Bangli  dalam mencermati berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, Khususnya masalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat.  Pada kegiatan donor darah ini  Komandan  Kodim 1626/Bangli Letkol Inf S.L. Manurung S.I.P menyampaikan “Kita  pahami  bersama, bahwa sekarang ini kebutuhan masyarakat terhadap darah semakin meningkat, permasalahan ini harus kita sikapi bersama sebagai upaya untuk menolong sesama kita yang sedang mengalami kesulitan,“ katanya Dandim.

Terbatasnya persediaan darah yang dimiliki oleh Palang Merah Indonesia Bangli saat ini, menuntut kita semua untuk lebih memasyarakatkan kegiatan Donor Darah seperti ini dengan harapan bahwa setetes darah yang diberikan dapat menyelamatkan jiwa manusia yang sangat membutuhkannya. Untuk menambah jumlah donatur darah. Dandim juga menghimbau  “agar dalam setiap hari-hari penting seperti peringatan Hari   Ulang Tahun, Hari-hari  Besar Nasional atau keagamaan,  perlu  diisi  dengan  kegiatan sosial berupa kegiatan Donor Darah,”  Dengan dilaksanakan donor darah ini saya harapkan dapat  menggugah hati  masyarakat pada  umumnya  dan keluarga TNI pada khususnya, untuk senantiasa peka terhadap berbagai masalah Sosial Kemasyarakatan Selaijn  itu manfaat donor darah juga sangat banyak disamping untuk menolong saudara kita yang membutuhkan darah, donor darah juga sangat baik bagi pendonor untuk melancarkan sirkulasi darah.

Adapun Hasil dari donor darah  sebanyak 20 kantong terdiri dari gol darah O : 9 kantong, gol darah B : 5 kantong, gol darah A : 4 kantong dan gol darah AB ; 2 kantong dari anggota Kodim 1626/Bangli, Polres Bangli, Persit Kodim Bangli dan Pemda serta Masyarakat Bangli.




Cetak Sawah Dan Tanam Perdana Serempak Di Wilayah Perbatasan RI-RDTL

Pendam IX/Udayana
25 September 2016
Editor Kapten Inf I Nyoman Budiarta

Bertempat di lokasi Percetakan Sawah Kleja Kelurahan Bitauni, Kecamatan Insana Tengah, telah dilaksanakan Acara Gerakan Tanam Serentak Lokasi Cetak Sawah di Wilayah Kodim 1618/TTU, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/09/2016) dalam rangka mendukung terwujudnya program swasembada pangan nasional di Tahun 2017 yang akan datang.

Acara tanam perdana serentak ini dihadiri dan dibuka oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M. Kedatangan Danrem beserta rombongan di lokasi cetak sawah  disambut oleh Bupati Timur Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes, S.Pt., Dandim 1618/TTU Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd., dan sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten TTU, serta masyarakat kelompok tani setempat.

Danrem 161/Wira Sakti bersama rombongan disambut secara adat setempat dengan pemakaian Kain Tais dan Tarian Penyambutan Gong Meronggeng serta Ucapan Tutur Adat Natoni atau Takanap yang disampaikan oleh 11 orang Tokoh Adat Kelurahan Bitauni yang dipimpin oleh Kornelis Aleus, yang dimaksudkan sebagai permohonan kepada leluhur atau Tuhan Yang Maha Esa agar selama kegiatan tersebut dapat berjalan aman dan lancar. Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan singkat dari Dandim 1618/TTU dan Bupati TTU tentang program cetak sawah di wilayah tersebut, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Plt. Kadis Pertanian Kabupaten TTU Yohanes Lela Kaha yang menyampaikan bahwa kemandirian, kedaulatan dan ketahanan pangan nasional menjadi salah satu progam prioritas pemerintah adalah mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai (Pajale).

Dalam pencapaian swasembada berkelanjutan padi, jagung serta kedelai, lahan merupakan salah satu faktor produksi utama yang tidak tergantikan. Lanjutnya, pemerintah pusat telah mencanangkan program Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai yang keberhasilnya antara lain sangat ditentukan oleh kinerja dari upaya penambahan luas lahan  sawah dan kegiatan budidaya karena karakteristik program Upsus dicirikan dengan kegiatan yang bersifat sinergis dari aspek hulu dan aspek hilir. Keberhasilan ini sangat ditentukan pula oleh peran serta berbagai pihak di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

Sementara itu Danrem 161/Wira Sakti dalam sambutannya mengatakan kegiatan penanaman padi serempak yang dilaksanakan kali ini merupakan salah satu tahapan untuknmewujudkan keberhasilan swasembada pangan sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI. Danrem menilai dengan  melihat kondisi lahan yang disiapkan seluas 5 Hektar di tiga desa yang meliputi Desa Kleja, Desa Popnam dan Desa Maurisu Tengah di wilayah Kabupaten TTU ini memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan produktifitas hasil pengolahan lahan pertanian karena telah didukung pula dengan sistem pengairan yang baik. Untuk itu Danrem memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan penanaman padi serempak di lahan persawahan Desa Kleja dan dua desa lainnya di wilayah Kabupaten ini.

Danrem menambahkan kegiatan penanaman padi serempak ini merupakan sinergitas antara para petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani dengan para pemangku kebijakan seperti dinas pertanian, stake holder yang ada di Kabupaten TTU serta pelibatan langsung para Babinsa, Danramil, Dandim 1618/TTU, Danrem 161/Wira Sakti dan Pangdam IX/Udayana yang mendapat perintah langsung dari Bapak Presidan RI melalui Kasad utk menjadi motor penggerak dalam  memotivasi para petani dalam  mensukseskan program swasembada pangan nasional.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini tentunya kita berharap tanaman padi yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur agar pada saatnya nanti panen akan  berhasil, sehingga ke depan stok beras di daerah ini dapat surplus dan mampu membantu kebutuhan beras daerah lainnya. Hal senada disampaikan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt., yang mengapresiasi apa yang dilakukan TNI AD sebagai satuan kewilayahan dalam program cetak sawah sekaligus pelaksanaan tanam perdana ini yang dimaksudkan untuk mendukung program swasembada pangan nasional seperti yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Khusus untuk wilayah Kabupaten TTU yang dipimpinnya program cetak sawah ditargetkan seluas 375 Hektare, yang sudah tertanami seluas 6 Hektare, hari ini kita tanam serempak 5 Hektare lagi. "Mari kita berdoa dan semakin optimis bahwa kita mampu memberdayakan lahan yang tadi tidak produktif untuk diubah menjadi lahan pertanian yang produktif yang dapat diolah secara mandiri oleh para kelompok tani yang bila dikerjakan sungguh-sungguh maka harapan kehidupan petani yang lebih sejahtera akan terwujud ",  sebutnya.‎

Terpisah Pejabat BBPP Kupang, Longginus Lengi mengatakan pelaksanaan penanaman padi serempak  menerapkan sistem Jajar Legowo karena sudah melalui uji coba sistem tanam  dengan jarak tanam antara satu rumpun dengan rumpun padi populasinya menjadi sangat bagus dan hasilnya sangat memuaskan dibanding sistem tanam yang biasanya. Seluruh rangkaian kegiatan penanaman padi serempak ini diakhiri dengan penanaman secara simbolis yang dilakukan oleh Danrem 161/Wira Sakti, Bupati TTU, serta seluruh undangan yang hadir pada lahan sawah yang sudah disiapkan dan diikuti oleh anggota kelompok tani setempat yang bersyukur mulai hari ini mereka mempunyai lahan sawah yang dapat diolah secara mandiri. (Penrem 161/WS)

Jumat, 23 September 2016

Pagdam IX/Udayana: “Pencanangan Tanam Serempak merupakan Tahapan Mewujudkan Keberhasilan Swasembada Pangan”

Pendam IX/Udayana
23 September 2016
Editor Kapten Inf I Nyoman Budiarta

Untuk mewujudkan keberasilan swasembada pangan, Kementan bersama Kodam IX/Udayana, pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah melakukan percepatan tanam melalui Pencanangan Giat Tanam Serampak di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (22/9).

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Ani Andayani menyampaikan, pencanangan giat tanam serempak ini bertujuan agar luas tambah tanam April-September 2016 mencapai 100 persen yaitu 70.384 hektar. Sementara luas tambah tanam sampai dengan 20 September 2016 telah mencapai 63.491 hektar atau 90,2 persen, sehingga masih ada sedikit kekurangan luas tanam yang harus diselesaikan.

“Untuk mencapai target ini, maka pencanangan ini dilakukan secara serempak di 18 kabupaten dengan masing-masing luas tanam 10 hektar. Khusus di Sumba Timur yang merupakan lokasi pencanangan, luas tanam mencapai 143 hektar sehingga totalnya 313 hektar,” kata Ani yang juga merupakan Koordinator Program Upaya Khusus Swasembada Pangan wilayah NTT saat memberikan sambutan pada Pencanangan Giat Tanam Serampak.

Adapun total luas tambah tanam mulai Januari sampai 20 September 2016 sebesar 206.620 ha. Dari capaian ini, dengan estimasi produktivitas 3,65 ton/ha, diperoleh produksi sebanyak 754.163 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan kebutuhan hanya 578.566,89 ton GKG. Hasilnya, NTT sudah bisa berproduksi padi 130% atau surplus sebesar 30%.

“Hitungan tersebut telah memperhitungkan konversi BPS untuk galengan dan sebagainya serta menghitung rendemen beras 60 persen,” terangnya.Selain itu, lanjut Ani, menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian dalam Rapat Koordinasi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada hari Jumat 16 September 2016 di Kantor Kementan terkait penguatan pangan di  daerah perbatasan, NTT dipastikan mampu mewujudkan hal tersebut dengan membangun lumbung pangan.“Ini dapat dilihat dari apabila periode mendatang Oktober sampai Desember lahan sawah mampu berproduksi dengan baik maka produksi beras NTT siap mendukung pangan di perbatasan untuk ekspor ke negara tetangga,” ujarnya.

Terkait upaya percepatan luas tambah tanam nasional, Ani mengungkapkan pada pertengahan Agustus 2016, NTT berada di ranking 10 di nasional. Namun di akhir Agustus naik menjadi ranking 8. Akan tetapi secara khusus pernah mencapai the best percepatan tanam yakni rangking 1 di tanggal 8 september 2016 dengan indikator realisasi luas tanam selama 8 hari di awal September mencapai 41,2%.

Pagdam IX/Udayana, Mayjend TNI Kustanto Widiyatmoko menegaskan pencanangan tanam serempak ini salah satu tahapan untuk mewujudkan keberhasilan swasembada pangan. Untuk itu ia meminta peran serta aparat kewilayahan khususnya satuan di jajaran Kodam IX/Udayana agar intensif mengawal dan pendampingan kepada petani agar diperoleh produksi padi yang maksimal. 

Dengan begitu, ke depan stok beras di NTT khususnya Sumba Timur dapat surplus dan mampu membantu kebutuhan di daerah lain dan perbatasan.“Jika ketahanan pangan masyarakat sudah terpenuhi, maka dengan sendirinya ketahanan wilayah dapat tercipta secara optimal,” tegasya.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Gidion Wiliyora mengapresiasi adanya program cetak sawah dan percepatan tanam. Sebab, semestinya pada musim saat ini lahan pertanian Sumba Timur mengalami kendala dalam menanam padi. “Tapi dengan program upaya khusus swasembada pangan, mampu menyiapkan lahan dan menggerakan petani untuk menanam padi. Ini upaya yang luar biasa sehingga masyarakat petani kami mendapat perbaikan ekonomi dan kehidupan yang lebih baik,” sebut Gidion dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Bupati, Umbu Lili Pekuwali.

Hadir pada pencanangan giat tanam ini Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Afnan Malay, Danrem 161/Wirasakti, Brigjend TNI Heri Wiranto, Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol TNI Elvin Tio Maida Saragih, Palulu P. Ndima, Kepala Bulog Sumba Timur dan Kepala BPS Sumba Timur. (Penrem 161/Wira Sakti)

Lestraikan Budaya Kodim 1613/Sumba Barat Gelar Lomba Tari Daerah

Pendam IX/Udayana
23 September 2016

Dalam rangka memelihara aset budaya daerah Sumba terutama seni tari. Kodim 1613 Sumba Barat menyelenggarakan lomba tari. Lomba Tari tersebut dilaksanakan di Aula terbuka Makodim 1613/Sumba Barat, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Maliti Kecamatan Kota Waikabubak.

Demikian disampaikan Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Syaifuddin,S.Pd Kamis (22/9/2016). Dikatakan Dandim, Tari Kataga dan Woleka bila tidak dilestarikan maka suatu saat akan hilang. “Kami terpanggil untuk ikut melestarikan tarian asli Sumba ini supaya tarian ini tetap dilestarikan,” ujarnya.

Dandim mengucapkan beribu terima kasih  atas partisipasi  peserta, pembimbing, juri dan undangan dan mohon maaf apabila nantinya ada yang kurang berkenan terhadap penyiapan tempat dan lainnya oleh panitia penyelenggara. Selain itu Dandim menyampaikan bahwa di era sekarang ini begitu cepat  kemajuan perkembangan dunia di berbagai sektor. Jangan sampai dengan cepatnya arus perkembangan khusus di sektor budaya  bidang seni seperti Tari Kataga, Woleka dan tarian lainnya terlupakan.“Tarian ini perlu dilestarikan dan dipelihara sebab merupakan warisan leluhur yang begitu besar nilainya,” tegasnya.

Maka untuk itu harap Dandim, semua pihak harus mempunyai andil untuk memeliharanya melalui pergelaran pameran atau lomba karya seni. Seni juga sebutnya merupakan salah satu kekayaan daerah yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat kedepan. “Kodim 1613 Sumba Barat mengambil bagian, perduli terhadap seni yang ada di daerah khususnya di kabupaten Sumba Barat untuk terus maju, berkembang  dan terus diingat serta dikenal masyarakat luas,” tandasnya.

Acara  pembukaan lomba  seni tari diiikuti 10 peseta putera dan puteri siswi SMP se Kota Waikabubak tampak meriah dan dihadiri oleh sekitar 500 orang.