Jumat, 17 Maret 2017

Kunjungan TIM Pemantau Sergap Mabesad di Wilayah Klungkung

Pendam IX/Udayana
Jumat, 17 Maret 2017

Kunjungan TIM Pemantau Sergap Mabesad di Wilayah Klungkung, Kamis (16/3) di Subak Takmung Tempek Ceniga Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Pendampingan swasembada pangan yang dilaksanakan oleh Kodim 1610/Klungkung ditinjau oleh Tim pemantau Serapan Gabah Petani (SERGAP) Mabesad, langsung meninjau kegiatan panen di Subak Losan Banjarangkan Klungkung. Tim dipimpin Kolonel Inf Agus Fadillah dan rombongan 2 orang disambut oleh Kasdim Klungkung Mayor Inf Hari Sulasto dan Kasi Tanaman Pangan Orti dan Perkebunan Kab. Klungkung Wayan Artawa, S.P., untuk melaksanakan pemantauan Sergap di wilayah Klungkung. Kegiatan diawali meninjau Panen Padi di Sawah milik Ketut Widana dengan luas panen 25 Are.

Selesai meninjau Panen dilanjutkan meninjau Gudang Bulog di Kec. Banjarangkan. Kasdim Klungkung menyampaikan paparan terkait pendampingan swasembada pangan di Wilayah Klungkung, Tim berkomunikasi dengan Ketua KUD Jaya Werdi Takmung Made Landra juga menjelaskan kami dari KUD juga sudah siap membeli hasil panen petani dengan harga Rp 4500,-/Kg, Apabila hasil panen diterima di kantor KUD dan apabila KUD ngambil panen langsung ditempat dengan harga Rp 3700,-/Kg.

Ketua Tim Sergap Mabesad Kolonel Inf Agus Arif Fadillah Menjelaskan bahwa. Tujuan dan Tugas kami memonitor kegiatan SERGAP di Provinsi. Bali, NTB dan NTT mulai Senin, fokus pada serapan Gabah di Provinsi Bali ini. Serapan Gabah pun TNI ikut mendampingi untuk menjaga kehidupan petani agar lebih baik.

Walaupun dalam penerapan baik, namun apabila pemerintah tidak turun tangan bahkan Bulog menyerap gabah itu tidak sesuai HPP yaitu Rp. 3700,- ditakutkan nantinya diserap oleh tengkulak dengan harga dibawah HPP hal ini nantinya akan dapat mengancurkan kehidupan petani, yang lebih ditakutkan lagi apabila animo petani menjadi berkurang dalam bertani.

Selesai meninjau Gudang Bulog Banjarangakan dilanjutkan meninjau Koramil 01/Klungkung menampilkan contoh tanaman cabe yang sedang berbuah.

Pada tahun 2016 sudah berhasil meningkatkan swasembada pangan. Kondisi serapan gabah saat ini di bawah kwalitas nol di Bali. Sehingga serapan gabah di Bali diatas kwalitas, dengan demikian bayak diserap oleh perpadi (persatuan penggilingan padi) yang mana mereka mendapatkan dana LUEP dari pemerintah Prov. Bali sebesar Rp.1.025 000 000,- sehingga lebih tinggi menyerap dari pada Bulog. (Penrem 163/Wira Satya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar