Jumat, 21 Juli 2017

Hubungan TNI Dan Polri Di NTB Sangat Solid


Pendam IX/Udayana
Jumat, 21 Juli 2017

Hari Kamis 20 Juli 2017 bertempat di ruang tamu Kapolda NTB  Danrem 162/WB dan Danbrigif 21/Komodo bersilaturrahmi dengan Wakapolda NTB, kegiatan silaturrahmi tersebut dilaksanakan bukan tanpa alasan, karena selain bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi sehingga soliditas TNI dan Polri  diwilayah NTB tetap terjaga, dalam kesempatan tersebut Danrem 162/WB bersama  Wakapolda NTB  dan Danbrigif  21/Komodo  membahas mengenai kejadian pemukulan yang dilakukan oleh anggota Brigif  21/Komodo saat melaksanakan cuti diwilayah NTB terhadap anggota Kepolisian Polda NTB beberapa waktu yang lalu.

Kejadian tersebut  diharapkan tidak berimbas kepada anggota TNI maupun Polri lainnya yang ada di wilayah NTB, seperti  yang disampaikan oleh Wakapolda NTB  kepada  Danbrigif 21/Komodo yang merupakan atasan langsung dari pelaku pemukulan, Kapolda juga menyampaikan bahwa selama ini prajurit TNI dan Polri yang ada diwilayah NTB khususnya di pulau Lombok selalu rukun dan solid.

Saya berharap semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua sehingga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini, yang kita  khawatirkan yaitu Medsos, bisa saja orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah TNI dan Polri  membuat postingan atau berita hoax dengan menggunakan akun palsu dan mengaku sebagai anggota TNI maupun Polri dengan tujuan untuk menghasut sehingga dapat memperkeruh keadaan, namun saya berharap hal tersebut tidak terjadi sehingga soliditas ini tetap terjalin.

Dalam kesempatan tersebut Danrem 162/WB juga menyampaikan permohonan maaf  atas insiden kemarin.  Danrem juga mengatakan bahwa kedatangan Danbrigif 21/Komodo ini atas perintah langsung dari Pangdam IX/Udy yang ingin agar permasalahan tersebut cepat selesai. Danrem memastikan bahwa  oknum prajurit  tersebut akan mendapatkan hukuman penahanan berat karena melakukan penyerangan kepada anggota Polri yang sedang melaksanakan dinas dan berpakaian dinas. Danrem juga menyampaikan kepada seluruh prajurit jajaran Korem 162/WB untuk mentaati semua peraturan lalu lintas dan menghargai petugas yang sedang melaksanakan tugasnya.

Selain Danrem 162/WB,  Danbrigif  21/Komodo juga menyampaikan permintaan maafnya atas berbuatan dari anggotanya dan mengatakan bahwa sore ini juga anggota tersebut akan dibawa kembali ke Markas Brigif  dan kami pastikan anggota tersebut akan diberikan hukuman sesuai peraturan hukum militer dan hal tersebut akan kami publikasi, sehingga  nantinya tidak  ada issu  yang mengatakan bahwa  prajurit tersebut saat ini masih bebas.

Kegiatan silaturrahim berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan berjalan  aman serta  lancar. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda NTB, Danrem 162/WB, Danbrigif 21/Komodo, Dandenpom IX-2/Mataram, Kapolres Mataram, Kasubid Paminal Polda NTB, Pasi Idik Denpom IX-2/Mataram, Dantim Intelrem 162/WB dan  Dantonhubrem 162/WB. Dalam kesempatan tersebut pelaku serta korban juga hadir  untuk berdamai,  kedua pihak saling berpelukan dan saling bermaafan. (Penrem 162/WB)

Danrem 162/WB : Mahasiswa Harus Mampu Berjihad Memerangi Kemiskinan Dan Kebodohan


Pendam IX/Udayana
Jumat, 21 Juli 2017

Danrem 162/WB memberikan pembekalan kepada mahasiswa/mahasiswi KKN  Unram  dengan tema “Tematik, Revolusi Mental dan  Infrastruktur Mahasiswa Universitas Mataram, di Aula Auditorium Abubakar Universitas Mataram, Kamis  (20/7).

Dalam kegiatan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan oleh Danrem 162/WB Kolonel Inf Fraid Makruf, M.A. diantaranya  mengenai pengetahuan Konstelasi Pertahanan dan Keamanan Negara. Perlu diketahui bahwa pengetahuan  konstelasi pertahanan dan keamanan  negara ini untuk memotifasi rekan mahasiswa guna kepentingan negara dan khususnya NTB,  Bila ancamanya negara itu berupa senjata maka itu merupakan tugas dari TNI namun ancaman Mengenai politik,ekonomi dan sosbud ini merupakan ancaman kita bersama.

Seperti kita ketahui bersama perkembangan globalisasi  dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat tentunya sangat banyak membantu,  banyak hal  positif yang kita peroleh dari pesatnya perkembangan teknologi,  namun  perkembangan teknologi juga banyak  digunakan untuk hal-hal yang negatif  seperti  penyebaran  paham radikalisme  (ISIS) di berbagai belahan dunia melalui media telegram,  serta  penyebaran berbagai informasi yang bersifat provokatif dan lain sebagainya, untuk itu Danrem 162/WB mengingatkan kepada para mahasiswa/mahasiswi agar pandai dan bijak dalam menggunakan sosial media.

Selain itu Danrem 162/WB juga menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa saat ini seiring dengan perkembangan teknologi, sifat dan karakteristik perang telah bergeser, dimana saat ini kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara semakin kecil,  perang masa kini yang terjadi dan perlu diwaspadai oleh Indonesia, salah satunya adalah proxy war. Proxy war tidak melalui kekuatan militer, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui politik, melalui ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum.

Proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal. Indikasi proxy war di Indonesia  antara lain adalah gerakan separatis dan gerakan radikal kanan/kiri, demonstrasi massa anarkis, sistem regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran pornografi, seks bebas, dan gerakan LGBT. Negara kita menjadi salah satu target dari proxy war dikarenakan negara kita memiliki kekayaan alam hayati dan non hayati yang luar biasa, sehingga banyak negara luar yang ingin menguasai negara kita, perlu dikatahui bahwa penduduk dunia saat ini sangat padat,  hal tersebut tentunya menimbulkan berbagai permasalahan terutama permasalahan pangan, dan negara kita yang disebut dengan negara ekuador memiliki wilayah yang subur dan kekayaan alam yang luar biasa tentunya banyak negara luar yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia melalui proxy war.

Untuk itu Danrem mengajak seluruh komponen masyarakat terutama para generasi muda untuk bersama-sama melawan dan mengantisipasi pengaruh dari proxy war tersebut. Jangan mudah terpengaruh dan mudah percaya dengan isu-isu yang beredar/berkembang di media sosial, selalu berfikir dan berbuat yang positif,   jadikanlah diri kita sebagai agen pejuang jihad yang mampu memerangi kemiskinan dan kebodohan, karena jika kita dapat memerangi kemiskinan dan kebodohan maka kita tidak dapat diakal-akali atau dipengaruhi dengan berbagai pemahaman yang tidak benar sehingga dapat merusak diri kita seperti penyalahgunaan narkoba, paham radikal dan lainnya yang tentunya dapat membuat situasi negara kita menjadi tidak stabil, mari kita bersama-sama bergandengan tangan melawan berbagai pengaruh buruk dari proxy war sehingga situasi negara kita tetap stabil dan NKRI tetap tegak berdiri karena NKRI harga mati. Hadir dalam acara tersebut  Rektor Unram (Prof.Ir H.Sunarpi,Ph.D.), Ketua LPPM Unram dan para Dosen dan Mahasiswa Unram sekitar 1000 orang. (Penrem 162/WB)

Pembekalan Bela Negara Kepada Generasi Muda


Pendam IX/Udayana
Jumat, 21 Juli 2017

Pasiiintel Kodim 1626/Bangli Lettu Chb Komang Gita memberikan materi Bela Negara kepada Generasi muda di BMB Pemda Bangli, Kamis (20/7).

Kegiatan yang dimotori oleh Kesbangpol dan Linmas Pemda Bangli dihadiri oleh Kakesbangpol dan Linmas Pemda Bangli, Karo Bimas Polres Bangli dan para generasi Muda dari kalangan pelajar dan karang taruna se-Bangli.

Dalam materinya Pasiiintel membawakan pendidikan Bela Negara kepada peserta. Disampaikan Pasiiintel bahwa Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara dalam menjaga. NKRI dari segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945 serta Nilai-Nilai Bela Negara.

Nilai-nilai yang harus dikembangkan dalam bela Negara adalah Cinta Tanah Air, Sadar berbangsa dan bernegara, yakin Pada Pancasila sebagai Ideologi Negara, rela berkorban dan memiliki kemampuan Awal Bela Negara.

Sementara Nara sumber dari Kepolisian menyampaikan tentang penyakit Masyarkat dan Kakesbangpol dan Linmas Pemda Bangli mengisi wawasan Kebangsaan. (Kodim 1626/Bangli)

Danramil Bebandem Meninjau Tanah Sengketa


Pendam IX/Udayana
Jumat, 21 Juli 2017

Danramil Bebandem meninjau tanah sengketa di Dusun Umanyar Desa Bhuanagiri Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem.

Danramil selaku pimpinan satuan Komando kewilayahan tingkat kecamatan, sudah semestinya apa yang menjadi permasalahan di wilayahnya harus diketahuai dan dapat memberikan solusi, sehingga Danramil bersama Tim Terpadu Penanganan Konplik Sosial datang ke Dusun Umanyar Desa Bhuanagiri melaksanakan peninjauan tanah yang disengketakan oleh masyarakat setempat untuk mengecek batas-batas tanah yang disengketakan, mencari fakta-fakta dan masukan dari berbagai pihak sebagai dasar untuk mediasi permasalahan yang terjadi.

Tim Terpadu Penanganan Konplik Sosial terdiri dari Danramil Bebandem Kapten Chb Ketut Sukarsa, Kasi trantib I Nyoman Yadnya S.H., Kasi pemerintahan Gede Pica Kec. Bebandem dan staf, Kapol PP Kecamatan Bebandem, Kanit Intel Polsek Bebandem Aiptu Gembrong, Kanit Humas polsek Bebandem Aiptu Ida Wayan S.,Babinsa Bhuanagiri, Sekdes Buanagiri dan 4 orang pemilik tanah yang sengketa itu salah satu wujud nyata yang dapat dilalukan untuk membantu penyelesaian masalah di masyarakat. (Kodim 1623/Karangasem)

Kodim 1615/Lotim Berikan Wawasan Kebangsaan Kepada Pelajar SMA


Pendam IX/Udayana
Jumat, 21 Juli 2017

Bertempat di aula Makodim 1615/Lotim dilaksanakan kegiatan ceramah wawasan kebangsaan kepada pelajar sekolah Menengah Atas yang ada di wilayah Suralaga. Selain memberikan materi wawasan kebangsaan, para pelajar ini juga diberikan berbagai materi PBB.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangkitkan jiwa patriotisme  dan meningkatkan disiplin di kalangan pelajar yang ada diwilayah Suralaga. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan tujuan untuk membentengi para generasi muda ini dari pengaruh perkembangan  teknologi yang semakin pesat.

Pesatnya perkembangan teknologi tanpa adanya filters ini  tentunya tidak hanya membawa dampak positif namun juga memberikan pengaruh negatif  bagi kehidupan masyarakat terutama dikalangan pemuda, seperti kita ketahui saat ini banyak terjadi kejadian/tindak kejahatan yang disebabkan akibat teknologi terutama media sosial, banyak generasi muda saat ini cenderung lebih meniru budaya asing dalam pergaulan yang mengutamakan kebebasan, tidak lagi menghormati orang yang lebih tua dan masih banyak contoh lain yang diakibatkan dari pengaruh perkembangan teknologi, yang lebih menghawatirkan lagi peredaran barang terlarang seperti Narkoba sudah tidak mengenal usia,  serta berbagai informasi yang bersifat provokatif dengan mudah diterima oleh masyarakat, apabila hal ini kita biarkan apa yang akan terjadi dengan bangsa ini, bila generasi muda telah terpengaruh dengan narkoba, pergaulan bebas, penyebaran paham radikal maka hal tersebut akan mengancam keutuhan bangsa dan negara ini. Untuk itu perlu adanya kerjasama yang baik antar semua pihat terutama orang tua, guru, dan pemerintah termasuk aparat TNI yang memilki tugas menjaga keutuhan negeri ini dalam mengarahkan anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa  ini dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di era globalisasi ini terutama dalam penggunaan sosial media.

Untuk itu kegiatan ceramah wawasan kebangsaan yang di kepada para pelajar SMA ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada para generasi muda ini agar lebih mencintai  bangsa dan negaranya. Cetak prestasi dan selalu berbuat yang terbaik untuk kemajuan bangsa serta terus menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini dengan menerima dan menghormati perbedaan yanga ada dimasyarakat karena perbedaan merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Berbagai materi yang ada dalam kegiatan wawasan kebangsaan tersebut disampaikan langsung oleh Kasdim 1615/Lotim/ Mayor Czi Edi Gustaman dan para pasi Kodim 1615/Lotim.  Dalam kesempatan tersebut Kasdim 1615/Lotim berharap para pelajar yang hadir dalam kegiatan ini nantinya dapat menjadi contoh dan menjadi pionir serta dapat mengajak masyarakat terutama para pemuda lainnya untuk lebih mencintai bangsa ini dan memjaga NKRI agar tetap tegak berdiri, karena NKRI harga mati. (Penrem 162/WB)